Tari Gambang Semarang
Gambang Semarang adalah kesenian akulturasi budaya antara etnis Tionghoa dengan Jawa. Sejak zaman penjajahan, Semarang memang dikenal sebagai kota tempat bermukimnya banyak etnis. Masyarakat Eropa,Melayu,Arab,dan Tionghoa mempunyai catatan sejarah tersendiri di Semarang.
Dapat ditelusuri, adanya kawasan kampung Kauman di kawasan Johar yang dulu menjadi hunian di kawasan Johar yang dulu menjadi hunian masyarakat etnis Arab. Selain itu, ada pula kawasan kota lama sebagai hunian para bangsa Eropa,dan kampung Pecinan sebagai hunian masyarakat etnis Tionghoa.jadi,bukanlah sebuah hal baru ketika budaya Jawa dan Tionghoa mengalami akulturasi menjadi dalam sebuah seni pertunjukan seperti Gambang Semarang.
Gambang Semarang versi terkini mempertunjukkan kolaborasi antara musik,vokal,dan lawak. Sebagai sebuah pementasan seni yang menjadi ikon kota, ironisnya tidak banyak warga Semarang yang memantau perkembangan Gambang Semarang tidak banyak pula yang mengetahui sejarahnya. Sedangkan Gambang Semarang adalah salah satu representasi kebudayaan Semarang yang beragam sejak dulu.
Versi Lain Asal Usul Gambang Semarang
Selain versi Gambang Semarang Kromong,ada versi lain asal usul Gambang Semarang,yaitu bahwa Gambang Semarang merupakan perpaduan seni lokal masyarakat Semarang dan seni lokal Semarang dan para pendatang dari cina. Berdasarkan kesaksian seorang informan pada penelitian Dr.Dewi Yuliati,pada tahun 1939 informan tersebut menyaksikan seorang pengamen keliling mengamen di jalanan Semarang menggunakan instrumen musik cina seperti kongahyan Yana,Tekhian,Sukhong,kenceng,terompet kecil,alat musik gesek dan suling. Ia juga menggunakan instrumen musik yang digunakan Gambang Semarang era 1932-1960.
Sejarah Gambang Semarang
Cikal bakal Gambang Semarang berasal dari sebuah kelompok Gambang Kromong yang berasal dari daerah Kedaung bulak,Jakarta selatan.kelompok Gambang Kromong yang berdiri pada 1930-an tersebut bernama Putri kedaung.putri Kedaung diawaki oleh Subardi bersama kakak-kakaknya,Sian,Mpok neni,mpok royom dan mpok ira.
Kelompok putri kedaung kemudian hijrah dari jakarta mereka berpindah-pindah mulai dari bogor,bandung hingga pekalongan dan weleri.pada 1963,mereka tiba semarang di kota ini,kesenian yang mereka tampilkan dikenal dengan gambang semarang.
Gambang semarang terus mengalami pasangan surut generasi ke dua pada tahun 1947.saat itu,muncul kelompok baru dibawah pimpinan LIE Tik BOEN.penampilan grup ini diwarnai dengan irama musik melayu,pop dan juga lagu mandarin serta keroncong.
Saat ini,salah satu kelompok gambang semarang yang masih bertahan adalah sentra gambang semarang kelompok ini dipimpin oleh DIMYANTO JAYADI,putri subardi.